Menpora Berangkatkan Tim Sepakbola U-12 ke Gothia Cup 2022 di Swedia

oleh -47 views
Menpora Zainudin Amali bersama Tim Sepakbola U-12 yang akan berlaga di Turnamen Gothia Cup 2022. (Humas Kemenpora)

KANDIDATNEWS.COM – Bertempat di Aula Wisma Kemenpora, Menpora Zainudin Amali, Selasa (12/7) siang, memberangkatkan Tim Sepakbola Indonesia U-12 untuk berlaga di ajang turnamen Gothia Cup 2022, 17-23 Juli 2022, di Gothenburg, Swedia.

Indonesia tergabung bersama dua tim Swedia, IFK Aspudden-Tellus Gul B dan Helsingborgs IF Rod, serta tim Jerman SV Grun Weib Grobbeeren di Grup 18 (Grup R).

Menpora mengatakan, keikutsertaan IJSL di Gothia Cup 2022 turut membantu program pengembangan talenta muda sepak bola di Indonesia. Untuk itu, ia juga mengucapkan terima kasih kepada segenap tim yang sudah melakukan persiapan.

Menpora Amali berharap para pemain U-12 ini bisa mendapatkan pengalaman bermain dengan tim-tim dari luar negeri sekaligus menempa kualitas dan mental para pemain.

“Teman-teman pembina dan pelaksana IJSL, apa yang sudah dilakukan kalian dan atlet ini sangat diharapkan pemerintah. Kami mengapresiasi dan terima kasih. Kami berharap Tim Indonesia menjadi juara,” ujar Menpora.

“Partisipasi IJSL merupakan bagian penting dan ini harus berkelanjutan. Ini kontribusi terhadap pengembangan talenta-talenta muda. Anak-anak usia 11-12 tahun dibudayakan olahraga dengan benar,” imbuhnya.

Sementara itu, pelatih IJSL, Gilang Ramadhan, menjelaskan seleksi pemain sudah dilakukan cukup ketat. Seleksi awal diikuti seribu bakat-bakat muda, kemudian mengerucut hanya 15 pemain.

“Tim IJSL ini awalnya dari kompetisi yang namanya Indonesia Junior Soccer League. Itu kompetisinya selama empat bulan, dari Februari hingga Juni [2022],” Ujar Gilang.

Kemudian, dari kompetisi tersebut terpilihlah beberapa pemain. Dari seribu pemain kemudian terpilih 56 pemain, lalu menjadi 21 pemain. Terakhir, kami kerucutkan lagi menjadi 15 pemain,” jelasnya.

Indonesia mengikuti Gothia Cup kategori U-12. Gilang bercerita tantangan soal melatih dan menerapkan pemahaman taktik ke anak-anak.

“Menjaga mood anak-anak [tantangan]. Karena, ‘kan, mereka masih muda. Masih usia dini. Jadi, bagaimana caranya mereka tetap fun, senang, sehingga ketika latihan bisa maksimal,” ujar Gilang.

No More Posts Available.

No more pages to load.