Melalui Partai Alot, Novendra Jinakkan Stevanky

oleh -7 views

KANDIDATNEWS.COM – Melalui pertarungan alot hingga langkah ke-65, GM Novendra Priasmoro akhirnya berhasil menaklukkan juara Kejurnas, Stevanky, di babak ke-5, JAPFA FIDE Rated Chess Tournament 2026, Minggu (24/5) malam, di Tavia Heritage Hotel Cempaka Putih, Jakarta. Berkat kemenangan ini, Novendra berhasil mengemas 4,5 poin kemenangan (VP). Dia sekaligus memimpin klasemen sementara untuk Kategori Open.

Menurutnya, Stevanky yang baru pertama kali diladeninya adalah pecatur alot. Meskipun kalah 4 pion, namun memanfaatkan keunggulan dua gajah, Novendra sulit menjinakkan pecatur muda tersebut.

“Saya sempat unggul 4 pion. Namun karena Dia memiliki dua gajah, Saya jadi riskan. Saya sempat mengorbankan pion, tapi situasinya justru jadi imbang. Saya juga bingung sendiri,” ujar Novendra sambil tertawa ringan.

Dari empat babak yang masih tersisa, Novendra mengaku akan bermain lepas. “Menghadapi turnamen ini, saya juga biasa aja. Nggak ada persiapan serius. Saya berharap bisa jadi juara,” tambahnya.

Calon lawannya di babak ke-6, Muhammad Lutfi Ali, yang di babak ke-5 berhasil mengalahkan pecatur Jerman, Tobias Voege, sudah sering dihadapinya.

“Saya sering sekali menghadapi Lutfi. Saat junior, Saya yang sering menang. Kalau sekarang, kita sering gantian mengalahkan. Lutfi pecatur alot. Kadang saya kurang sabar menghadapi pecatur seperti Dia, akhirnya kalah. Besok Saya harus sabar.”

Novendra berharap Dia bisa menjuarai JAPFA FIDE Rated Chess Tournament kali ini.

Pada laga lainnya, Satria Duta mencatat kemenangan dari Gelar Sagara Dwitama. Kini Duta telah mengemas 4 VP, hasil dari tiga kemenangan dan dua hasil remis.

“Saya akan bermain sebaik mungkin di empat babak tersisa. Mudah-mudahan bisa jadi juara,” ucapnya.

Incar Elo Rating

Sementara itu, para pecatur difabel yang terjun di turnamen ini, 14 orang, semuanya dari DKI Jakarta, tak memikirkan tampil sebagai juara.

“Saya sudah sering mengikuti turnamen seperti ini. Target Saya di turnamen ini adalah meraih rating,” kata Eka Pastiah (42), pecatur tuna netra Kategori Buta Total.

Dari empat lima babak, ibu dari dua orang anak ini, telah mengemas 2 VP. Di babak ke-5, Eka mengalahkan rekan sesama difabel, Sigit Radityo Nugroho.

“Alhamdullilah Saya bisa meraih dua kemenangan. Mudah-mudahan Saya bisa meraih kemenangan lagi,” tukasnya penuh harap.

Eka menyebutkan, Dia sudah sering mengikuti turnamen catur melawan pecatur normal. Namun mengikuti turnamen untuk mengumpulkan elo rating, adalah yang pertama kalinya. Dia pun sangat antusias tampil di JAPFA FIDE Rated Chess Tournament 2026, kendati harus membayar Rp350 ribu.

“Saya sangat ingin punya rating. Saya akan berusaha semaksimal mungkin di turnamen ini,” lanjutnya yang pernah dinobatkan sebagai juara pertama pada Festival Catur di Bandung, pada 2019 lalu.

Tahun ini, Dia menduduki peringkat ketiga untuk Kategori Putri di Turnamen Catur yang disponsori oleh Universitas Gunadarma.

Eka mengaku mulai menyukai catur sejak 2010. Dia yang mengalami kebutaan total, imbas dari sinusitis akut yang dideritanya, diberi semangat oleh suaminya yang juga tuna netra, Heru Ramdani Dumay (39).

“Dia terus menyemangati Saya untuk bermain catur. Dia juga yang mengajari Saya bermain catur. Bahkan sekarang, anak Saya yang pertama, Muhammad Fairus Al Fatih (10), juga ikutan menyukai catur.

“Fatih sering ikut lomba catur online. Saya juga suka bertanding catur pakai hp. Segala cara Saya jalani untuk bisa bermain catur,” jelasnya.

Even Spesial

Ketua Panitia Pertandingan, Hendry Hendratmo menjelaskan, Turnamen JAPFA FIDE Rated Chess kali ini, terasa cukup spesial. “Turnamen JAPFA kali ini cukup spesial. Selain tempat dan suasana baru, pesertanya juga datang dari tujuh negara, di luar Indonesia,” ujar Henry Hendratno.

“Selain itu, turnamen kali ini, Kami khusus mendapatkan kehormatan dengan keiikutsertaan atlet catur difable dari NPC.” imbuhnya.

“Setidaknya 12 pecatur tuna netra dan tiga pecatur dengan tuna daksa mengikuti turnamen ini. Mereka bertanding melawan pecatur normal di Kategori Challenger. Turnamen ini mempertandingkan dua kategori, pertama Kategori Open bagi pecatur yang telah memiliki elo rating di atas 2.000 dan Kategori Challenger bagi pecatur yang elo ratingnya di bawah 2.000.”

Sementara R. Artsanti Alif, VP-Head of Social Investment JAPFA mengungkapkan, kehadiran atlet difabel merupakan sebuah apreasiasi bagi JAPFA dalam menyelenggarakan Turnamen Catur Fide Rated. “Hadirnya mereka menujukkan bahwa Fide Rated Tournament yang dimotori oleh JAPFA bersama PERCASI telah mampu menjadi sebuah turnamen yang inklusif,” ujarnya.

Artsanti menjelaskan, dukungan JAPFA bagi pecatur Indonesia terbuka luas bagi atlet dari berbagai kalangan. Termasuk mereka yang berasal dari Para Chess. Harapannya peluang kompetisi Fide Rated yang cukup jarang dilaksanakan dapat menjadi momentum bagi seluruh pecatur untuk meningkatkan elo ratingnya.

“Kami sangat berbahagia ketika momentum ini juga dimanfaatkan oleh pecatur profesional dari kelompok Para Chess. Kami berharap, kompetisi yang dilaksanakan oleh JAPFA bersama Percasi semakin menjadi sebuah turnamen yang inklusif dan membuka peluang seluas-luasnya bagi siapapun yang memiliki minat, bakat, dan kemampuan terlepas dari kondisi fisiknya,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.