LSI: Daya Dongkrak Cak Imin Belum Maksimal

oleh -46 views

KANDIDATNEWS.COM – Meskipun sudah memiliki cawapres, elektabilitas pasangan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar tetap berada di posisi paling buncit. Menurut Lingkaran Survei Indonesia Denny JA, problemanya ada di cawapresnya. Muhaimin belum bisa mendongkrak elektabilitas pasangan yang diusung oleh Koalisi Perubahan.

Hal ini dilontarkan Peneliti Senior LSI Denny JA, Hanggoro Doso Pamungkas, Selasa (24/10) siang, di kantor LSI, Rawamangun, Jakarta.

Padahal jauh-jauh sebelumnya parpol yang tergabung di Koalisi Perubahan menyatakan, elektabilitas Anies Baswedan berada di posisi paling bawah, karena belum memiliki cawapres. Namun setelah Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar dijadikan sebagai bacawapresnya, perpecahan yang justru terjadi, Demokrat bergabung ke Koalisi Indonesia Maju (KIM). Bergabungnya Cak Imin ternyata tak membawa pengaruh terhadap elektabilas pasangan Anies-Muhaimin.

“Dulu Anies selalu di bawah, ketika sudah punya cawapres kok juga di bawah. Berarti permasalahannya ada di cawapresnya. Kalau kita lihat sampai hari ini, tidak ada perubahan yang signifikan. Berarti daya dongkrak Cak Imin di Anies yang belum maksimal. Bahkan Pemilih PKB tidak serta merta dukungannya ke Anies-Muhaimin, sehingga suara PKB untuk Muhaimin tidak maksimal,” kata Hanggoro.

Sementara mengomentari pernyataan Yenny Wahid, putri Almarhum Presiden KH Abdurahman Wahid, yang mengajak ‘Gusdurian’ tak memilih Cak Imin, Hanggoro menjelaskan harus dilihat dulu seberapa masif ajakan dari Yenni Wahid ke publik.

“Memang belum bisa dilihat pengaruhnya soal ajakan Yenny Wahid kepada Gusdurian yang mengatakan boleh memilih partainya, tapi capresnya ikut saya. Ini harus dibuktikan dulu, ” tegasnya.

“Yang pasti, di kalangan pemilih PKB, pesona Prabowo lebih moncer dibandingkan Anies Baswedan. Meskipun Anies sudah menggandeng Muhaimin. Pemilih PKB masih terpesona kepada Prabowo-Gibran dibandingkan Aniie-Muhaimin.”

Hasil survei LSI Denny JA terkini yang dilakukan pada 4-12 September, Prabowo-Gibran berada di posisi teratas dengan elektabilitas 39,3 persem. Posisi kedua Ganjar-Mahfud dengan elektabilitas 36,9 persen. Posisi ketiga Anies-Muhaimin sebesar 15 persen.

LSI Denny JA melakukan survei tatap muka (face-to-face interview) dengan menggunakan kuesioner kepada 1.200 responden di seluruh Indonesia. Dengan 1.200 responden, margin of error survei ini sebesar 2,9 persen.

Selain survei dengan metode kuantitatif, LSI Denny JA juga memperkaya informasi dan analisa dengan metode kualitatif, seperti analisis media, in-depth interview, expert judgement dan focus group discussion.

 

No More Posts Available.

No more pages to load.