,

Duta Paksa Imbang Pecatur Jagoan Vietnam 1-1

oleh -176 views

KANDIDATNEWS.COM – Peluang Indonesia menjuarai Duel Match, JAPFA Chess Festival 2026 di bagian putra masih terbuka lebar menyusul keberhasilan MI Satria Duta Cahaya meraih hasil imbang 1 VP-1 VP saat menghadapi pecatur Vietnam, MI Dau Khoung Duy (2509), Jumat (4/9) malam, di Gedung Serbaguna, Senayan, Jakarta.

Pada babak kelima,  mempertandingkan catur cepat, Duta yang memiliki elo rating 2412 dan memegang buah putih, justru harus menelan pil pahit dan menyerah di langkah ke-53.

“Kalau mau nyari remis, bisa. Tapi saya berusaha menang. Karena sempat salah langkah, Saya kalah,” ujar Duta, seraya tersenyum tipis.

Tak mau perolehan poin kemenangannya (VP) semakin tertinggal, Duta bermain agresif di babak keenam. Kendati memainkan buah putih, Dia terus menekan lawannya, hingga akhirnya Khoung menyerah. Skor pertandingan pun menjadi 1 VP – 1 VP.

Duel Match mempertandingkan catur kilat atau blitz chess akan berlanjut Sabtu (6/9) pagi, memainkan babak 7 dan 8.

Untuk partai besok, malam ini Duta melihat pertandingan-pertandingan catur kilat.

“Saya tak akan melihat partai-partai catur kilat yang telah dimainkan Khoung Dau. Karena catur kilat beda dengan catur klasik. Khoung juga pintar main catur kilat, ” lanjutnya.

Lama Berpikir

Sambil menyaksikan pertarungan Duta vs Khoung, pengamat catur Indonesia, Kristianus Liem mengatakan, babak kelima seharusnya Duta menang. Sayangnya Dia agak lama berpikirnya dan sempat membuat kesalahan. Tapi peluang Duta untuk Memenangkan Duel Match masih ada,” kata Kristianus Liem.

Dengan hasil 1 VP – 1 VP, Khoung Dau masih unggul, 3,5 VP – 2,5 VP.

Sementara Duel Match di bagian putri, pecatur asal Kazakhstan, WGM Xeniya Balabayeva (2384), unggul 5 VP – 1 VP dari pecatur Indonesia, Laysa Latifah (2213).

“Peluang Laysa memenangkan Duel Match, sangat kecil. Apalagi Xeniya kualitas permainan catur cepatnya, sangat baik,” lanjut Kristianus Liem.

Sementara itu melalui Talk Show bertajuk ‘Menggagas Kolaborasi Pembinaan Pecatur Junior Indonesia’ yang dipandu oleh News Reporter Kompas TV, Putri Oktaviani, untuk menjadi pecatur tangguh, seseorang harus memiliki rasa cinta pada olahraga catur.

“Untuk menjadi pecatur tangguh, seseorang harus cinta pada olahraga catur. Selanjutnya Dia harus tekun mendalami olahraga catur. Ketika sudah terlihat kemampuannya, berikan kesempatan kepada yang bersangkutan untuk bertanding. Tanpanya kesempatan, kemampuan tersebut akan percuma,” kata VP-Head of Social Investment JAPFA, R Artsanti Alif, Jumat (4/9) siang, di Gedung Serbaguna, Senayan, Jakarta.

“JAPFA memberikan kesempatan kepada siswa-siswa berbakat untuk menunjukkan kualitasnya.”

Artsanti menjabarkan, untuk meningkatkan kualitas pecatur binaan JAPFA melalui program JAPFA for Kids, mulai 7 September 2026, JAPFA akan menggembleng sejumlah pecatur bertalenta selama 1,5 bulan, di JAPFA Training Camp, Ciawi, Bogor.

Nantinya para pecatur belia tersebut akan dilatih oleh GM Susanto Megaranto dan MI Tirta Chandra.

JAPFA Luar Biasa

Pada kesempatan yang sama, Ketua Dewan Pembina PB Percasi, Ir Eka Putra Wiasirya mengapresiasi setinggi-tingginya apa yang telah dilakukan oleh JAPFA. “JAPFA luar biasa. PB Percasi sangat mengapresiasi apa yang telah kepedulian JAPFA terhadap perkembangan olahraga catur di Indonesia,” tegas Eka Putra Wirya.

“JAPFA yang menggelar turnamen internasional pertama di Indonesia. JAPFA mendatangkan Anatoly Karpov (Rusia) dan Jan Timman (Belanda) pada Tahun 1993.”

JAPFA, lanjutnya, sangat membantu ekosistem dan perkembangan catur di Indonesia.

Sedangkan WGM Medina Warda Aulia, salah satu pecatur yang dibesarkan oleh JAPFA, mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya. “Saya sangat berterima kasih pada JAPFA. Berkat JAPFA, Saya bisa seperti sekarang. Saya bisa bertanding ke luar negeri, dll,” ujar Medina.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.