Mayoritas Publik Kaltara Dambakan Irianto-Irwan Terpilih Kembali

oleh -35 views
Peneliti LSI Denny JA, Fajar Moestar (kanan), paparkan temuan terbaru untuk Pilkada di Kaltara, Rabu (2/12) siang, di Tarakan, Kaltara.
Peneliti LSI Denny JA, Fajar Moestar (kanan), paparkan temuan terbaru untuk Pilkada di Kaltara, Rabu (2/12) siang, di Tarakan, Kaltara.

KANDIDATNEWS.COM – Pilkada serentak tinggal sepekan lagi. Di Kaltara, 60% publik menilai Irianto Lambrie berhasil memimpin selama 5 tahun terakhir sebagai gubernur dan sebanyak 51,5% publik menginginkan pasangan petahana Irianto-Irwan kembali terpilih menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur.

Demikian hasil survei terkini KCI-LSI Denny JA bertajuk ‘Persepsi Keberhasilan Kinerja Petahana dan Peluang para Kandidat Menjelang’ yang dirilis Rabu (2/12) siang, di Hotel Lotus Panaya, Tarakan, Kaltara.

“Survei LSI menunjukkan bahwa di atas 60%, publik Kaltara memiliki persepsi Irianto Lambrie berhasil memimpin selama 5 tahun terakhir sebagai gubernur dan 51,5% masyarakat Kaltara menginginkan Irianto-Irwan kembali terpilih menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur Kaltara,” kata peneliti LSI Denny JA, Fajar Moestar, di Tarakan.

Seperti diberitakan, Pilkada Kaltara yang akan dilaksanakan 9 Desember mendatang diikuti oleh tiga pasangan. Pasangan petahana Irianto-Irawan yang sementara meraih 37,5% suara, disusul Zainal-Yansen (23,9%), dan Udin-Undunsyah (19,6%).

Survei LSI dilakukan secara tatap muka pada tanggal 18-25 November 2020, menggunakan 800 responden yang tersebar di seluruh kabupaten di Provinsi Kaltara, dengan Margin of Error (MOE) +/- 3,5 %. Selain survei, KCI-LSI Denny JA juga menggunakan riset kualitatif, untuk memperkuat temuan dan analisa.

“Dari segmen agama, baik baik pemilih muslim dan protestan, Irianto Lambrie dinilai berhasil memimpin selama 5 tahun terakhir rata-rata diatas 55% pemilih pada segmen ini memilik persepsi Irianto Lambrie berhasil,” jelasnya.

Kedua, di segmen usia baik pemilihmilenial hingga pemilih lansia menilai Irianto berhasil memimpin Kaltara, rata-rata di atas 50% di semua kategori usia.

Ketiga, pada segmen tingkat pendidikan baik dari masyarakat berpendidikan rendah hingga tinggi menilai Irianto berhasil memimpin Kaltara, semakin tinggi tingkat pendidikanya semakin tinggi pula tingkat persepsi keberhasilannya.

Keempat, di segmen profesi persepsi keberhasilan Irianto juga unggulsi setiap kategori profesi, rata-rata diatas 55%.

Kelima, di segmen partai politikmayoritassemua konstituen parpol juga memilik persepsi akan keberhasilan Irianto Lambrie dalam memimpin Kaltara.

Fajar menjabarkan mengapa petahana masih unggul. “Pertama, tingkat popularitas dan akseptabilitas Irianto Lambrie sudah berada di puncak. 92,8% masyarakat Kaltara mengetahui dan 67,1% masyarakat menyukai IriantoLambrie.”

Kedua, pada kategori personalitas Irianto Lambrie juga unggul di 5 aspek personalitas persepsi, pintar, jujur, tegas, berwibawa, dan menyenangkan melekat pada sosok Irianto Lambrie.

Ketiga, tingkat kepuasan akan kinerja Irianto sebagai gubernurjuga di atas 60%.

Keempat, dari 25,4% masyarakat yang menonton debat cagub dan wagub sebesar 34,2% menilai, paslon Irianto-Irwan mengungguli debat tersebut.

Namun demikian dengan sisa waktu 7 hari menjelang finish, dinamika dukungan masih mungkin terjadi. KCI-LSI Denny JA menemukan bahwa ada 4 (empat) faktor yang bisa mengubah dukungan di akhir menjelang hari H.

“Ketiga faktortersebut adalah, pertama; tingkat partisipasi dan golput. Di hari H pemilihan, kandidat yang paling mampu mendatangkan pemilihnya ke TPS akan diuntungkan dan berpeluangmeraih suara maksimal. Jika di hari H, ada partisipasi dan golput yang tidak proporsional maka bisa mengubah dukungan.”

Kedua, jika terjadi blunder petahana. Dukungan petahana saat ini masih perkasa. Namun jika ada blunder politik atau tsunami politik tertentu maka bisa mempengaruhi dukungan terhadap petahana.

Ketiga, jika ada mobilisasi maha dahsyat oleh kompetitor. Di sisa hari menjelang hari H, hanyalah mobilisasi maha dahsyat (dengan berbagai bentuk) yang mampu mengubah dukungan. Jika kondisi semua calon sama, maka kondisi elektabilitas hari inisulit berubah.

Keempat, perebutan Swing Voters yang harus masih diperhatikan hingga hari H, karena segmen ini apabila salah paslo nbisa mengkonversikan menjadi dukungan terhadap salah satu paslon, maka paslon tersebut yang akan diuntungkan dan juga dapat merubah peta dukungan pada hari H.

Sementara itu, LSI melihat ada empat hal yang dapat mengubah suara, yakni, tingkat partisipasi dan golput, perebutan swing voters sebanyak 19%, blunder besar dilakukan kubu petahana, serta mobilisasi maha dahsyat yang digalang oleh kandidat lain.

“Mobilisasi maha Dahsyat yang dilakukan penantang juga akan mempengaruhi dukungan terhadap petahana. Apabila mobilisasi skalanya sama dengan semua kandidat, maka kondisinya sulit berubah.”

“Blunder bisa membuat keunggulan yang dimiliki petahana jadi sirna. “Survei menunjukan bahwa dukungan terhadap petahana masih perkasa. Jika di sisa akhir menjelang finish, ada blunder besar yang dilakukan oleh petahana, maka akan sangat berdampak terhadap dukungan terhadap petahana,” ujarnya lagi. (noy)

No More Posts Available.

No more pages to load.