Ipeh, Sarjana Penerangan IISIP Jakarta, Sukses ‘Dagang’ Nasi Kebuli

oleh -16 views

KANDIDATNEWS.COM – Berawal dari membuat kue basah seperti kue tar, cake, black foret, dll, Siti Syarifah (58), ketika itu masih mengenyam pendidikan di Institut Ilmu Sosial dan Politik (IISIP), Lenteng Agung, Jakarta Selatan, ‘nyemplung’ di bisnis kuliner. Sarjana Ilmu Penerangan ini, rela banting stir untuk melawan kerasnya kehidupan Jakarta.

“Waktu itu, saya masih semester 6 di IISIP Lenteng Agung. Saya udah hobi bikin kue-kue basah, seperti kue tart, kue cake, black forest, dan kue-kue ulang tahun. Pembelinya baru dari kalangan teman-teman aja,” ujar ibu dari dua orang anak yang sehari-hari akrab disapa Mpok Ipeh atau Nyak Ipeh.

Dia melanjutkan, sekitar tahun 97-an, teman kuliahnya, Novarina, ngorder. Tapi yang diorder bukan kue. “Nova pesen 100 porsi nasi kotak untuk makan siang buat teman-teman kantornya. Dibantu saudara-saudaranya, orderan itu berhasil. Nova puas. Saya juga puas,” katanya mengingat awal mula perjuangannya menangani katering.

“Tahun 98, katering saya, Icsa Katering resmi mendapat pengakuan dari pemerintah DKI Jakarta. Saya semakin semangat. Banyak perusahaan besar seperti Pertamina, Bank Surya, dll, yang pesan makanan ke saya. Alhamdulilah, kadang ada yang pesan sampai 1.000 porsi,” sergahnya yang sempat empat tahunan berkerja sebagai karyawan di perusahaan ekspor-impor.

Di awal krisis moneter tahun 1998, usaha kateringnya masih berjalan lancar. Namun tak lama berselang, sejumlah pelanggannya gulung tikar, pesanan katering pun jadi berkurang. Ipeh tetap sabar dan tawakal.

Nasi Kebuli

Dari berbagai menu masakan yang ada di kateringnya, salah satu makanan andalannya adalah Nasi Kebuli, Nasi Mandi, Nasi Kabhsah, dll. “Awalnya Uwak saya, Hajjah Ahyani yang biasa menangani orderan nasi kebuli dan sejenisnya. Saya belajar banyak dari Dia, sampai akhirnya bisa meracik sendiri nasi kebuli, kulineran Arab lainnya.”

Tantangan muncul ketika Sang Guru, Uwak Ahyani meninggal. Dengan ilmu yang sudah dimilikinya, Dia harus memenuhi pesanan Nasi Kebuli dari teman kursusnya di Iwapi, Jakarta, sebanyak 200 porsi.

“Beda dengan Uwak, nasi kebuli bikinan saya pakai ghiee dan minyak samin, sementara Uwak pakai minyak samin dan blue band. Alhamdulilah teman saya nggak komplain.”

“Bumbu yang saya pakai untuk nasi kebuli antara lain kapulaga, kapur sirih, adas manis, ketumbar, jinten, lada, kayu manis, star anies, dan bambang bombai.”

Ipeh ingat betul ketika seorang habib yang tinggal di kawasan Parung, mengaku sangat menikmati nasi kebuli bikinannya. “Kalau nggak salah namanya Habib Assegaf di Parung. Dia senang dan puas dengan nasi kebuli katering saya. Nasi kebuli buatan katering saya, jadi semakin dikenal orang.”

Ipeh menjelaskan, untuk memenuhi pesanan katering nasi kebuli yang jumlahnya mencapai 500 porsi, Dia paling banyak mengerahkan sekitar 6-7 karyawan ‘cabutan’. “7 Orang itu udah paling banyak. Biasanya maksimal 6 orang. Kalau pesenan dekat rumah, kita kasih service antar. Tapi kalau jauh, ada uang antarnya.”

Tarif untuk nasi kebuli bikinannya, Ipeh membandrol, nasi kebuli yang disajikan dengan nampan, untuk nasi kebuli ayam Rp200 ribu, nasi kebuli kambing dan sapi Rp375 ribu. “Sementara kalau itungan per porsi atau per kotak, nasi kebuli ayam Rp35 ribu, nasi kebuli kambing dan sapi Rp47.500 ribu.”

“Desember 2023, alhamdulilah pesanan banyak. Moga-moga seterusnya pesanan ada terus,” sergahnya seraya mengatakan kalau kateringnya sudah memperoleh sertifikat halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Untuk berasnya, Ipeh menggunakan beras Basmati, kualitas bagus yang harga per kilonya Rp50 ribu. “Kalau beras Basmati yang biasa, bisa Rp40 ribu per kilo. Tapi saya jaga kualitas, makanya pakai beras Basmati yang terbaik,” tukasnya yang telah menunaikan ibadah haji pada tahun 2.000 lalu.

Agar usaha kateringnya tetap berdiri, anak keduanya, Shoouvia (29), siap melanjutkan ‘kepiawaian’ emaknya, untuk mengolah nasi kebuli, dan nasi yang berasal dari jajirah Arab.

“Selain nasi kebuli, nasi mandi, nasi briyani, dll, Icsa Catering juga siap menerima berbagai macam pesanan, seperti nasi uduk, sate, dll,” pungkas Ipeh, alumni IISIP Angkatan 85, yang kateringnya berada di Jl N Haji Ung No E11, RT 5 RW 3, Kelurahan Utan Panjang, Kemayoran, Jakarta Pusat. Nomor kontak Icsa Catering 081291595841.

 

 

 

 

No More Posts Available.

No more pages to load.