LSI: PDIP Berpeluang Gagal Cetak Hattrick Pemilu

oleh -49 views

KANDIDATNEWS.COM – Harapan PDIP untuk mencetak hattrick atau tiga kali kemenangan berturut-turut pada gelaran Pemilu sepertinya sulit terwujud. Berdasarkan survei terkini Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA, Partai Moncong Putih hanya berada di posisi kedua dengan elektabilitas 18,9 persen suara, kalah dari Gerindra yang meraih 22,7 persen suara.

“Sepertinya harapan PDIP untuk mencetak hattrick pada Pemilu bakal sulit terwujud. Pada Pemilu kali ini, mereka akan berada di posisi kedua dengan 18,9 persen suara, kalah dari Partai Gerindra, 22,7 persen suara,” ujar Peneliti Senior LSI Denny JA, Ardian Sopa, Sabtu (10/2) siang, di Rawamangun, Jakarta.

Lonjakan suara Gerindra ini, terjadi pada akhir Januari 2024. Pada Desember 2023 hingga awal Januari 2024, PDIP masih menjadi pemenang. Namun sejak Januari 2024 akhir, hingga Februari 2024, Gerindra menyalip PDIP.

Adapun perincian elektabilitas Gerindra berdasar waktu adalah Desember 2023 awal sebesar (17,8 persen), Desember 2023 akhir (17,7 persen), Januari 2024 awal (20,2 persen), Januari 2024 akhir (23,7 persen), Februari 2024 (22,0 persen).

Sementara PDIP pada Desember 2023 awal sebesar (21,9 persen), Desember 2023 akhir (19,1 persen), Januari 2024 awal (21,9 persen), Januari 2024 akhir (17,9 persen), Februari 2024 (18,2 persen).

Pada gelaran dua Pemilu sebelumnya, yakni Pemilu 2014 dan Pemilu 2019. Pada Pemilu 2014, PDIP menjadi pemenang dengan mengusung pasangan Jokowi-JK, meraih 18,95 persen, unggul dari Partai Golkar (14,75 persen), dan Gerindra di posisi ketiga dengan 11,81 persen.

Sementara pada Pemilu 2019, PDIP yang mengusung Jokowi-Ma’ruf Amin sebagai capres, sukses menempati posisi pertama dengan 19.33 persen suara, unggul dari Gerindra yang mengusung Prabowo-Sandiaga Uno (12,57 persen).

“Naiknya elektabilitas Partai Gerindra sehingga mampu menyalip PDIP di antaranya karena pengaruh Jokowi, beralihnya dukungan wong cilik dari PDIP ke Gerindra, beralihnya dukungan kelompok minoritas, dan sosok Prabowo yang sekarang lebih disukai pemilih,” tukasnya.

Golkar di Posisi 3

Partai selanjutnya di posisi ketiga, ditempati Partai Golkar (11,6 persen), disusul PKB (7,9 persen), PKS (7,6 persen), Nasdem (7,0 persen).

“Sementara partai yang memiliki elektabilitas antara 4 hingga 5 persen, adalah Partai Demokrat (5,6 persen), PAN (4.1 persen), dan PPP (4,0 persen),” jelas Sopa.

Adapun partai PSI yang dipimpin anak Presiden Jokowi, Kaesang Pangarep hanya memperoleh (2,2 persen). Begitu juga PKN yang dipimpin Anas Urbaningrum juga hanya (0,8 persen). Partai yang hanya mendapat dukungan 2 persen ke bawah adalah Perindo (2,0 persen), Gelora (1,0 persen), Hanura (1,0 persen), Ummat (1,0 persen), Garuda (0,9 persen), PBB (0,9 persen), Buruh (0,8 persen).

Sopa menambahkan, dengan margin error di atas 4 persen, PSI dan Partai Perindo bisa lolos ke Senayan. “Dengan margin of error di atas 4 persen, PSI bisa meraih 5,1 persen suara atau lolos ke Senayan. Begitu pula dengan Perindo (4,9 persen suara). Naiknya elektabilitas PSI, efek dari sosok Presiden Jokowi.”

Survei LSI yang dilakukan pada 26 Januari – 6 Februari, melalui wawancara tatap muka terhadap 1.200 yang dipilih menggunakan metode acak bertingkat (multistage random sampling). Toleransi kesalahan atau margin of error survei ini kurang lebih 2,9 persen.

 

No More Posts Available.

No more pages to load.