Jadi Juara JAPFA FIDE Rated Chess Tournament, Rating GM Susanto Megaranto Justru Turun

oleh -207 views

KANDIDATNEWS.COM – Seperti yang sudah diduga, GM Susanto Megaranto (elo rating 2548) tampil sebagai juara JAPFA FIDE Rated Chess Tournament 2021, setelah di babak kesembilan atau partai terakhir sukses menghentikan perlawanan Sagita Catur Adi (2314), Rabu (8/12) petang, di Gedung Serba Guna, Senayan, Jakarta. Susanto Megaranto mengumpulkan 8 poin kemenangan.

Peringkat kedua di turnamen ini diraih oleh Surya Wahyudi (2199) dengan 7,5 poin kemenangan, sedangkan posisi ketiga dikuasai Dziththauly Ramadhan (2164), juga dengan 7,5 poin kemenangan.

Sayangnya, meskipun berhasil menjadi juara, elo rating Susanto Megaranto justru dikurangi 0,7 poin, menyusul hasil imbang yang dua kali di turnamen ini. Hasil imbang pertama diraih saat dia menghadapi Surya Wahyudi (2199) di babak keenam, sedangkan hasil imbang kedua ketika melawan FM Hudany M Miftahul (2213) di babak kedelapan.

Menurut Direktur Turnamen JAPFA FIDE Rated Chess Tournament 2021, Hednry Djamal, hal yang wajar kalau Susanto akhirnya mengalami penurunan rating, meskipun tampil sebagai juara.

“Mengapa rating Susanto justru turun, padahal dia juara? Karena lawan yang memaksa dia bermain imbang, ratingnya jauh di bawahnya. Kita justru harus berterima kasih pada Susanto yang telah bersedia tampil di turnamen ini. Jujur saja, banyak pemain yang ratingnya tinggi, terutama pecatur wanita kita yang tak mau tampil di turnamen ini. Alasannya, mereka takut ratingnya turun,” ujarnya menjelaskan.

Padahal, lanjutnya, kalau ada banyak pecatur yang memiliki elo rating tinggi main di turnamen ini, akan semakin banyak pecatur muda yang tertolong, elo ratingnya naik.

Mengomentari keberhasilan Dziththauly Ramadhan menjadi juara ketiga, Hendry menyebutnya sebagai sebuah kejutan besar. Mengapa? Karena selama ini pecatur yang akrab disapa Dito (19), tak pernah sekalipun diberangkatkan ke luar negeri.

“Tiba-tiba Dito muncul. Awalanya berhasil menjadi juara junior di Kejurnas Catur di Belitung beberapa waktu lalu. Kini dia menempati posisi ketiga, mengalahkan banyak senior-seniornya.”

Sementara itu Susanto mengatakan, sejak ditempatkan sebagai unggulan pertama, dia sudah memasang target juara. “Karena saya menjadi unggulan pertama, pasti saya menargetkan juara. Kalau akhirnya saya sempat meraih dua kali hasil imbang, itu hal yang wajar. Apalagi hasil imbang itu saya dapatkan saat memegang buah hitam. Dengan buah hitam, pecatur biasanya memilih bertahan, setidaknya bisa bermain remis,” jelas Susanto.

Keberhasilan Susanto menjuarai JAPFA FIDE Rated Chess Tournament sudah diprediksi oleh Ketua Pengurus Daerah Persatuan Catur Seluruh Indonesia (PB Percasi) Kalteng, Agustiar Sabran.

Kakak kandung Gubernur Kalteng, Sugiyanto Sabran menilai, kualitas Susanto jauh di atas rata-rata pemain yang tampil di turnamen ini.

“Saya sudah menduga sebelumnya. Susanto memang layak jadi juaranya.”

Dia juga senang melihat semakin banyak pecatur junior yang kualitas permainannya meningkat.

Susanto Tunjukkan Kelasnya

Ketua Umum PB Percasi, GM Utut Adianto mengapresiasi keberhasilan Susanto Megaranto tampil sebagai juara. “Ketika Susanto menjuarai turnamen ini, dia sekali lagi menunjukkan kelasnya. Tadinya saya akan memberi bonus untuk dia (Susanto). Tapi karena anak-anaknya ikut, bonus itu untuk anaknya saja,” kata Utut Adianto.

Melihat hasil yang diperlihatkan para pecatur di turnamen ini, Ketua Fraksi PDIP di DPR RI ini sangat merasa bangga. “Percasi sangat senang dengan semakin banyaknya pecaturnya yang memiliki gelar. Kami siap membayari administrasi para pecatur yang berhasil meraih master. Yang perlu diingat, catur klasik tak akan pernah dilupakan.”

“Tak lupa PB Percasi sangat berterima kasih pada JAPFA yang lebih dari 23 tahun terus membantu para pecatur di Tanah Air untuk meraih mimpinya.”

Sedangkan JAPFA yang saat penutupan diwakili oleh Direktur Corporate Affairs-nya, Rahmad Indrajaya, sangat senang melihat antusiasme pecatur di Tanah Air mengikuti turnamen yang terselenggara atas kerjasa sama Percasi dan JAPFA.

“Kami sangat senang melihat antuasisme pecatur di Tanah Air yang begitu bersemangat mengikuti turnamen ini. Yang saya dengar, kalau tak dibatasi, pesertanya bisa lebih dari 300 orang,” tukasnya.

Kepada para pecatur yang pada turnamen ini belum berhasil menjadi juara, pria yang akrab disapa Pak Dada, meminta mereka bersabar dan lebih banyak belajar lagi. “MUdah-mudahan di kesempatan mendatang, kalian bisa tampil lebih baik.”

 

No More Posts Available.

No more pages to load.