Percasi, SCUA, dan BPK Penabur Gelar Festival Catur Online di saat Pandemi

oleh -68 views
Konferensi Pers Virtual 'Penabur Online Chess Festival (POCF) 2020, Jumat (18/12) siang.
Konferensi Pers Virtual ‘Penabur Online Chess Festival (POCF) 2020, Jumat (18/12) siang.

KANDIDATNEWS.COM – Pandemi gegara virus corona yang belum mereda ternyata tak menyurutkan langkah Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi), Sekolah Catur Utut Adianto (SCUA) dan BPK Penabur untuk menggelar ‘Penabur Online Chess Festival (POCF) 2020.

“Turnamen catur online ini akan dilaksanakan pada 9 dan 10 Januari 2021. Rangkaian kegiatannya sudah diawali sejak 12 Desember 2020 dengan Fun with Chess yang mengangkat topik edukasi singkat mengenai catur online serta trial tahap 1,” Ketua Umum Yayasan BPK Penabur, Adri Lazuardi, saat konperensi pers virtual, Jumat (18/12) siang.

Bagian dari rangkaian POCF lainnya adalah chess talk pada 19 Desember 2020. Talkshow yang dilakukan secara online ini akan menghadirkan praktisi pendidikan, praktisi catur, dan psikolog,” lanjutnya.

Online talkshow bertema ‘The Role of Chess in Modern Education’ akan menghadirkan GM Utut Adianto (Ketua Umum PB Percasi), Ir Eka Putra Wirya (Dewan Pembina PB Percasi), Adri Lazuardi SH (Ketua Umum Yayasan BPK Penabur) Ir Budijanto Gunawan (Ketua POCF), Etiwati, S Pd, M M (praktisi pendidikan), Lisa Karlina (Pengamat Catur/SCUA), WGM Irene Kharisma (Grandmaster wanita Indonesia), dan Agus Gunawan, S.Psi, SE, S.Si. Teol (Karakter).

Adri Lazuardi menambahkan, “Kami berharap ‘Penabur Online Chess Festival’ akan memberikan dampak positif bagi yang mengikutinya, terutama para siswa. Karena catur tidak hanya bermanfaat bagi perkembangan intelektual anak, tetapi juga dapat membentuk karakter mereka menjadi pribadi yang lebih kuat serta mampu menghadapi berbagai tantangan masa depan”.

Sementara bagi PB Percasi, kegiatan turnamen yang melibatkan anak-anak sekolah mulai tingkat dasar (SD) merupakan hal yang sangat menggembirakan, karena melalui POCF diharapkan dapat memunculkan bibit bibit baru di dunia catur, tetapi juga menjadi ajang memperkenalkan catur ke lingkungan sekolah (pendidikan).

“Bila semakin banyak sekolah yang mengikuti jejak BPK PENABUR yaitu menyelenggarakan kegiatan seperti ini, maka catur akan menjadi kegiatan pilihan yang menyenangkan bagi anak-anak, sehingga ke depannya lebih terbuka luas untuk mencetak para pecatur handal,” ujar Dewan Pembina PB Percasi, Eka Putra Wirya.

Eka menambahkan, saat ini Federasi Catur Internasional (FIDE) telah melansir bahwa catur memberikan manfaat untuk pendidikan dan kesehatan sehingga sangat tepat bila catur mulai diperkenalkan sejak dini.

Merujuk pada trend negara-negara di ASEAN, Asia, bahkan di tingkat dunia yang terus berlomba menciptakan Grandmaster usia muda, bagi Indonesia untuk mengejar ketertinggalannya menghasilkan bibit unggul, maka memperkenalkan catur melalui sekolah menjadi salah satu cara tepat.

Turnamen catur ini bukan yang pertama kali dilaksanakan oleh BPK Penabur. Pada Januari 2019, BPK Penabur juga pernah menyelenggarakan ‘Chess in School Festival’ yang melibatkan peserta mulai SD, SMP, SLTA juga karyawan sebanyak 333 pecatur. Pada penyelenggaraan ‘Penabur Online Chess Festival 2020’ yang diperuntukkan bagi pelajar SD, SMP, SLTA, karyawan, bahkan alumni BPK Penabur, peserta ditargetkan menembus 1000 orang. Dengan demikian POCF akan menjadi ajang turnamen catur online terbesar pada awal 2021.

Festival Catur Panabur 2020 kali ini menyediakan hadiah total sebesar Rp8 juta. Menurut Eka Putra Wirya, sejak lama Percasi memang tak membiasakan memanjakan para juara dengan hadiah uang dalam jumlah besar.

“Percasi sejak lama mengambil kebijakan seperti itu, tak memberikan hadiah besar kepada para juara. Kami khawatir mereka menyalahgunakan uang hadiah tersebut untuk hal-hal yang tidak perlu. Bagi para juara, kami akan memberikan kesempatan berprestasi kepada mereka dengan mengikutsertakan ke berbagai turnamen di dalam dan luar negeri,” tegasnya.

No More Posts Available.

No more pages to load.