Pasar Tradisional Tetap Ramai, Pedagang Gap Tek Belanja Daring

oleh -70 views
Pasar Nangka, Kemayoran, Jakarta, tetap ramai.
Pasar Nangka, Kemayoran, Jakarta, tetap ramai.

KANDIDATNEWS.COM – Ajakan Pemprov DKI Jakarta untuk berbelanja kebutuhan pokok dengan cara daring ternyata belum membuahkan hasil. Hingga Sabtu (4/4) ini, pasar tradisional di Jakarta masih tetap ramai. Pedagang dan pembeli lebih menyukai transaksi dengan cara lama, tatap muka. Mereka Tak mengerti belanja daring.

“Cuma bikin repot. Apalagi saya dagang sendirian. Malahan bikin repot,” ujar Yanto (bukan nama sebenarnya), pedagang tahu di sebuah pasar tradisonal di kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat.

Dia membenarkan, ada tawaran untuk melayani dagangan dengan cara seperti itu. Caranya, pihak pasar meminta nomor kontak para pedagang.

“Saya lebih senang dagang seperti ini. Gak perlu nyiapin dagangan untuk dikirim,” ujarnya menambahkan.

Hal senada dikatakan Mba Yun (bukan nama sebenarnya), pedagang sayuran di pasar yang sama. Menurutnya, berdagang dengan cara daring, membutuhkan waktu yang lama.

“Enakan dagang kayak begini. Pembeli datang, harga cocok, tinggal bungkus, selesai,” tukasnya yang pagi tadi sangat sibuk melayani sejumlah langganannya.

Gagap Teknologi

Lain lagi dengan Koh Anen. Dia yang sehari-harinya berdagang bermacam-macam kebutuhan seperti minyak, mie instan, gula, dll, di dekat Pasar Sumur Batu, Jakarta Pusat ini mengaku gagap teknologi (Gap Tek). Makanya dia sama sekali tak tertarik dengan ajakan berdagang dengan cara daring.

“Saya gak ngerti begituan (belanja daring). Ntar malah salah. Udah gitu, musti punya karyawan banyak. Enakan dagang kayak sekarang,” jawabnya seraya tersenyum.

Sebelumnya Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan, pasar tradisional yang ada di bawah pengelolaan Pasar Jaya (sekitar 80 seperti yang ditulis dalam akun instagramnya), telah membuka juga layanan belanja jarak jauh dengan menyediakan sambungan telpon petugas dan pedagang yang bisa diakses masyarakat jika ingin bertransaksi.

“Jadi misalnya, yang terbiasa ke pasar, silahkan anda datang ke website atau instagram Pasar Jaya. Di situ nanti ada pilihan-pilihan. Misalnya pilih Pasar Rumput, sesudah itu ada daftar pedagang-pedagang di Pasar Rumput dan nomor teleponnya, sehingga keluarga-keluarga di Jakarta tidak perlu pergi meninggalkan rumah, menelepon saja kepada pedagangnya, lalu membeli dan nanti akan dikirim menggunakan jasa pengantaran ojek online,” kata Anies di Balai Kota Jakarta, Selasa (31/3).

Anies menyatakan pedagang yang terdaftar dalam layanan ini bertambah setiap harinya dan diharapkan mampu memenuhi kebutuhan warga Jakarta tanpa harus berinteraksi jual-beli secara langsung.

“Kami berharap kebijakan layanan ini dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya oleh masyarakat DKI Jakarta selama dua pekan ke depan,” pintanya.

Dorongan untuk belanja dari rumah tersebut, kata Anies, dibuat dalam rangka mengurangi interaksi sehingga penyebaran wabah COVID-19 dapat lebih terkendali di Ibu Kota.

“Salah satu tantangan utama ketika tinggal di rumah kemudian harus memenuhi kebutuhan adalah mekanisme untuk mendapatkannya, distribusinya. Karena itu, kami membuat sebuah program yang in syaa Allah masyarakat bisa memanfaatkannya untuk belanja secara jarak jauh. Jadi, masyarakat di Jakarta bisa membeli kebutuhan-kebutuhannya di pasar secara langsung, menelepon setiap pedagang yang ada di pasar itu,” jelasnya.

No More Posts Available.

No more pages to load.