Menpora: Jangan Sampai Dana Pelatnas Jadi Berurusan dengan BPK

oleh -70 views
Menpora Zainudin Amali menyaksikan proses MoU dana pelatnas dengan cabang olahraga, Selasa (10/3) petang, di kantor Kemenpora, Senayan, Jakarta.
Menpora Zainudin Amali menyaksikan proses MoU dana pelatnas dengan cabang olahraga, Selasa (10/3) petang, di kantor Kemenpora, Senayan, Jakarta.

KANDIDATNEWS.COM – Menpora Zainudin Amali mengingatkan kepada cabang-cabang olahraga yang telah mendapat bantuan dana dari Kemenpora bisa mempertanggungjawabkan penggunaannya. Jangan sampai akhirnya berurusan dengan BPK.

Hal demikian dikatakan Menpora saat menyaksikan proses penandatanganan MoU Kemenpora dengan NPC, PP FPTI, dan PB PODSI, terkait dana fasilitasi pelatnas Olimpiade, Paralimpiade dan Asean Para Games 2020, kemarin, di Media Center Kemenpora, Senayan, Jakarta.

“Ini menyangkut uang negara. Kami hati-hati betul untuk penyalurannya. Jadi Kemenpora menyalurkan ke pihak-pihak yang telah sesuai petunjuk ketentuan, maka reviewnya berkali-kali. Kami telah melaksanakannya dengan transparan dan akuntabel, sengaja agar diketahui oleh publik,” tegasnya.

“Saya berharap penggunaannya sesuai MoU. Ini berulang-ulang saya katakan, karena ada kejadian-kejadian yang akhirnya menjadi temuan BPK RI. Jika sudah jadi temuan BPK, akan menjadi beban Kemenpora. Laporan keuangan tahunan Kemenpora tersandera dan itu harus diselesaikan dulu. Semoga ke depan tidak ada lagi temuan itu,” ujarnya berharap.

Zainudin menambahkan, untuk tahun anggaran 2020, seluruh kementerian mengalami pemotongan anggaran. Termasuk Kemenpora.

“Pemotongan anggaran untuk Kemenpora tak ada kaitannya dengan kasus yang sekarang bergulir. Semua kementerian mengalami hal yang sama. Kemenpora mengalami pemotongan anggaran lebih dari 50 persen,” ujarnya.

Untuk Mou kali ini, anggaran PB FPTI sebesar Rp27.559.353.120, disetujui Rp 6.925.202.400. PB PSOI yang mengusulkan Rp9.334.358.000, hanya disetujui Rp6.119.368.600. NPC Indonesia mengusulkan anggaran untuk Pelatnas Asean Para Games sebesar Rp141.422.524.950, yang disetujui Rp45.017.352.700, untuk pelatnas Paralimpiade Rp 30.303.169.594 jadi total untuk NPC Indonesia disetujui Rp 75.320.522.294.

Adapun komponen yang dana fasilitasi diberikan meliputi honorarium, akomodasi, try out, try in, training camp, suplemen, peralatan dan asuransi bpjs ketenagakerjaan untuk manager, atlet, pelatih dan tenaga pendukung. Turut hadir pada penandatanganan MoU ini, para pejabat Eselon I,II,III para Staf Khusus, CdM Asian Para Games Andi Herman, Sekjen KONI Pusat dan Sekjen NOC Indonesia.

No More Posts Available.

No more pages to load.