Imbas Corona, Karyawan di Bali Cuma Digaji Setengah Bulan

Spread the love
Gara-gara virus corona, hotel jadi sepi

KANDIDATNEWS.COM – Dampak virus Corona semakin terasa di Bali. Karena pariwisata sepi, karyawan pun cuma dibayar setengah bulan gaji. Bali memang yang paling terpukul. BBC, Kantor Imigrasi Bali mencatat ada 392.824 wisatawan yang datang di Bulan Februari.

Angka ini turun 33 persen dari Januari, setelah adanya larangan penerbangan dari dan ke China untuk mencegah penyebaran virus Corona. Turis yang sempat mampir ke China pun ditolak di Bali.
Baca juga: Sempat ke China, Ratusan Turis Asing Ditolak Masuk Bali

Turunnya angka kunjungan pasti berdampak pada usaha pelaku wisata. Melalui pengakuan Anak Agung Raka Bawa, ini adalah situasi bisnis tersulit dalam lebih dari 40 tahun.

Mengelola Rai Water Sport, tak ada turis yang datang selama 2 bulan terakhir. Usaha wahana air miliknya yang terletak di Pantai Tanjung Benoa, Badung, kosong melompong.

“Boleh dikatakan 99% kosong, karena mayoritas tamu kami memang dari China,” kata Raka.

Pasar China dipilih karena adanya tren kenaikan kunjungan wisatawan dari RRT. Meski paketnya lebih murah, namun turis China selalu menang jumlah.

Kebanyakan dari turis China berwisata dalam rombongan. Mereka bisa mencapai 1.500-2.000 orang dalam satu grup. Kalau dirata-ratakan, jumlah turis China yang datang ke tempat usaha Raka mencapai 1.000 per hari.

“Rata-rata satu turis menghabiskan USD 90-100 di sini,” tambahnya.

Sementara itu, menurut Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) ada penurunan okupansi di sekitar 6.000 hotel di seluruh Indonesia. Di Bali sendiri penurun menukik tajam hingga 70 persen sejak wabah virus Corona.

Pemprov Bali telah mengimbau para pengusaha hotel agar tak melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK). Kesejahteraan karyawan pariwisata di Rai Water Sport pun ikut terdampak. Menurut Ni Wayan Tini, ada bonus yang didapatkan dari tamu di samping gaji bulanan.